Articles Comments

Ramphagho » Opinion » Macam Khanduri

Macam Khanduri

Khanduri 17 Ramadhan di Lamglumpang

Khanduri 17 Ramadhan di Lamglumpang

Khauri, Khanduri, 2-2nya memiliki pengertian yang sama yakni memberikan sesuatu dengan ikhlas tanpa berharap imbal apapun, lhoo bedanya dengan sedekah dimana dong, pertanyaan! Kan sama-sama memberi tidak mengharapkan imbalan apapun dalam bentuk apapun juga dari siapapun kecuali karena Ilahi Rabbi…?! Ya saya juga sepakat, bedanya sedikit saja, kalau sedekah cenderung kita yang mendatangi tempat bersedekah, seperti datang ke mesjid atau saat jalan di jalanan ada peminta2 ya berikan saja haknya mereka. Nah kalau khanduri…? kita dengan sengaja mengundang orang untuk mendatangi rumah atau tempat kita lalu kita menyuguhkan aneka ragam makanan bahkan saat pulang kita mengamplopkan lagi dengan sejumlah uang, contoh bila seseorang khanduri arwah untuk anggota keluarganya yang telah meninggal.

Khanduri 17 Ramadhan di lamglumpang

Khanduri 17 Ramadhan di lamglumpang

Di Aceh ada banyak macam khanduri dari khanduri meukaweun (mantenan) sampai peutreun aneuk bayi (mengeluarkan bayi keluar rumah untuk pertama kali setelah 44 hari).

Khanduri juga bisa dilakukan secara bersama-sama contoh seperti khanduri Blang, Tulak Bala, Khanduri Ibu, Khanduri Moled, Khanduri 17 ramadhan, 21 ramadhan, jenis khanduri ini awalnya bisa mengumpulkan dana secara kolektif lalu memilih tempat berkhanduri missal di meulasah atau menasah, atau masing-masing bawa persiapan sendiri apakah ayam, kambing lalu masak secara sendiri-sendiri (missal khanduri Blang, khanduri Tulak bala) kemudian makan (tentunya setelah berdoa) bersama-sama atau juga masing-masing masak sendiri dirumah lalu dibawa kesebuah tempat yang telah disepakati sebelumnya untuk dimakan (missal khanduri moled, kahnduri ibu).

Akhir2 ini ada sedikit yang meleceng dari budaya Khanduri di Aceh terutama pada acara khanduri Meukaweun (mantenan), kenapa??? Dulu yang namanya khanduri itu ya memberi atau menjamu tamu ya dengan ikhlas tanpa berharap imblan timpal, sekarang sudah banyak orang Aceh yang komplain di warung kupi “Keue karugoo, kupeukaweun aneuk beuh peng 50 juta, nyangna jiwo Cuma 5 juta, ureung jak Cuma meu amplop aso 5000rb, han ek leu ku yak meukhanduri kali ukeu” ( aku sudah mengalami kerugian karena mengawinkan anak modal habis 5o jt, yang ada kembali Cuma 5 juta, banyak orang datang Cuma dengan amplop 5000 ribu perak, kalau begini jadinya tak mau aku berkhanduri (pesta) lagi kali akan datang).

Menunngu Bagian

Menunggu Bagian

(Kasian ya…aduh kasian…makanya kalau niat Khanduri ya Khanduri aja jangan bisnis, kalau mau bisnis buka warung makan aja, pasti laris manis). Ha ha ha ha ha haaaaaaaaaaaaaaaaaaa hah!

Written by debrajoem

Filed under: Opinion · Tags:

2 Responses to "Macam Khanduri"

  1. Aulia says:

    Mangat kuah-kuah keudeh!

  2. friewan says:

    Khanduri merupakan bukti kemurahan orang-orang Aceh…
    lanjutkan…

Leave a Reply